News Sorendiweri – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan pentingnya penerapan pendekatan keamanan yang humanis oleh seluruh jajaran TNI dan Polri, khususnya di wilayah Papua.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada para komandan satuan (dansat) TNI-Polri di Polda Papua, Rabu (5/11/2025).
Dalam arahannya, Djamari menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah dua pilar utama penjaga stabilitas nasional, sehingga soliditas dan sinergi keduanya mutlak diperlukan, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan di Papua.
“Keamanan di Papua tidak bisa hanya didekati dengan kekuatan. Diperlukan pendekatan yang lebih persuasif, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, dan mengutamakan dialog dengan masyarakat,” ujar Djamari.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran aparat di Papua harus menjadi simbol perlindungan dan kehadiran negara yang menyejukkan, bukan menakutkan. Oleh karena itu, setiap operasi keamanan diharapkan selalu memperhatikan aspek sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Baca Juga : Baru Merauke yang Buat Petisi Tolak Miras
Menko Polkam turut mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan aparat TNI-Polri di Papua dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November dan sejumlah agenda nasional lainnya.
“Kita ingin Papua aman, damai, dan sejahtera. Semua itu bisa tercapai kalau aparat mampu membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Djamari juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, serta mendorong percepatan kesejahteraan rakyat Papua sebagai bagian integral dari strategi keamanan nasional.
Arahan Menko Polkam tersebut mendapat dukungan dari jajaran TNI-Polri di Papua yang berkomitmen untuk terus mengedepankan sinergi dan pendekatan humanis dalam menjaga kedamaian di tanah Papua.












