News Sorendiweri — Pemerintah Indonesia resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Zainal Abidin Syah Sangaji, sosok penting dalam perjuangan integrasi Papua Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penganugerahan dilakukan oleh Presiden Prabowo dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Tokoh Penting dalam Sejarah Integrasi Papua
Zainal Abidin Syah dikenal sebagai tokoh sentral perjuangan Papua Barat yang berperan besar dalam upaya diplomasi dan politik untuk memastikan wilayah tersebut menjadi bagian sah dari Indonesia setelah kemerdekaan 1945.
Lahir pada 5 Agustus 1912, Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore ke-27, keturunan langsung dari dinasti Kesultanan Tidore yang berpengaruh di kawasan timur Nusantara. Ia wafat pada 4 Juli 1967, meninggalkan warisan sejarah besar bagi Indonesia Timur.
Sebagai pemimpin, Zainal Abidin Syah menunjukkan sikap visioner dan nasionalis. Ia mendukung penuh Deklarasi Trikora (1961) yang dicanangkan Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Atas peran dan dedikasinya, ia kemudian ditunjuk sebagai Gubernur pertama Provinsi Irian Barat—nama awal dari Provinsi Papua saat ini.
Baca Juga : Jejak Muhammad Salahuddin, Sultan dari Bima Ditetapkan Pahlawan Nasional
Dedikasi dan Nasionalisme yang Tak Pernah Padam
Menurut sejarawan Universitas Cenderawasih, Dr. Paulus Rumbiak, penetapan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional adalah bentuk pengakuan atas peran diplomatik dan perjuangannya menjaga keutuhan bangsa.
“Beliau menjadi jembatan penting antara Maluku Utara, Papua, dan pemerintah pusat. Tanpa perannya, proses integrasi Papua ke Indonesia bisa berjalan jauh lebih sulit,” ujarnya.
Selain perjuangan politik, Zainal Abidin Syah juga dikenal sebagai tokoh yang mengutamakan pendekatan damai dan persaudaraan antarbangsa, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat Papua untuk bergabung dengan Indonesia.
Penghormatan dan Inspirasi Generasi Muda
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga dan masyarakat Tidore atas jasa Zainal Abidin Syah.
“Beliau adalah pejuang sejati dari timur Indonesia yang membuktikan bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal batas wilayah. Semangat inilah yang harus terus kita warisi,” ujar Presiden.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di wilayah timur Indonesia, untuk terus menjaga persatuan, memperjuangkan pembangunan, dan meneladani nilai-nilai perjuangan tokoh-tokoh bangsa.
Dengan pengakuan ini, nama Zainal Abidin Syah Sangaji kini tercatat abadi dalam sejarah sebagai pahlawan pemersatu bangsa—simbol dari keteguhan dan semangat keindonesiaan yang lahir dari ujung timur Nusantara.












