News Sorendiweri – Bupati Jayawijaya Atenius Murib menegaskan komitmennya menghapus kesenjangan pembangunan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan layanan dasar, membuka akses wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pegunungan Papua.
Komitmen tersebut disampaikan dalam berbagai agenda koordinasi dan peninjauan program pembangunan, yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas kementerian dan dukungan anggaran pusat bagi kebutuhan prioritas daerah.
Sinergi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan
Bupati Atenius menilai bahwa tantangan geografis Jayawijaya membutuhkan pendekatan kolaboratif. Pembangunan tidak bisa berjalan optimal bila hanya mengandalkan kapasitas daerah, sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penentu percepatan.
“Sinergi pusat–daerah adalah kunci. Kita ingin pembangunan benar-benar menjangkau kampung-kampung, bukan hanya terpusat di kota,” ujarnya.
Fokus Layanan Dasar dan Aksesibilitas
Upaya penghapusan kesenjangan diarahkan pada pemenuhan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan listrik, serta pembukaan akses transportasi antarwilayah. Pemerintah daerah mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi logistik.
Program peningkatan kualitas guru dan tenaga kesehatan di wilayah terpencil juga menjadi perhatian, termasuk penyediaan insentif dan dukungan fasilitas.

Baca juga: Satgas ODC 2026 Patroli Humanis di Papua
Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Daerah
Selain infrastruktur dan layanan dasar, Pemkab Jayawijaya mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi setempat—pertanian dataran tinggi, peternakan, dan UMKM. Bupati Atenius menekankan pentingnya pendampingan, akses pasar, serta pembiayaan yang inklusif agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
“Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh dari bawah, sesuai potensi wilayah dan kearifan lokal,” tegasnya.
Kolaborasi Program Pusat yang Tepat Sasaran
Pemkab Jayawijaya terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga agar program pusat tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. Sinkronisasi perencanaan dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
Pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat menjadi landasan agar intervensi pembangunan lebih akurat.
Peran Pemerintah Daerah sebagai Orkestrator
Dalam sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berperan sebagai orkestrator yang menjembatani kebijakan pusat dengan kondisi lapangan. Pemerintah daerah memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Bupati Atenius juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala agar setiap program memberi dampak nyata.
Harapan Jayawijaya Lebih Setara dan Sejahtera
Dengan sinergi yang kuat, Bupati Atenius optimistis kesenjangan antarwilayah di Jayawijaya dapat diperkecil secara bertahap. Pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah pusat, tokoh adat, gereja, dan masyarakat—untuk bergandengan tangan membangun Jayawijaya yang lebih setara.
“Tujuan kita satu: menghadirkan keadilan pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jayawijaya,” pungkasnya.












