
BTM Sapa Warga Sorendiweri: Laut Bergelombang Tak Hentikan Komitmen “Putra Tabi” Mendengar Suara Rakyat
News Sorendiweri – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali menunjukkan karakter kepemimpinan yang selalu ia gaungkan: pemimpin yang tidak menjaga jarak dengan rakyat, tetapi hadir di tengah masyarakat sekalipun harus melewati rintangan alam.
Kunjungan BTM ke Kampung Sorendiweri, Kabupaten Supiori, menjadi bukti nyata komitmen itu. Meski cuaca pantai sedang tak bersahabat dan gelombang laut berulang kali memaksa rombongan memperlambat perjalanan, BTM tetap bersikeras melanjutkan agenda tatap muka bersama masyarakat pesisir.
Perjalanan yang Tertunda, namun Warga Tetap Menunggu
Rombongan BTM sebenarnya dijadwalkan tiba lebih awal, namun kondisi laut membuat keberangkatan tertunda berjam-jam. Kapal cepat Marina 3 yang digunakan harus menyesuaikan ritme gelombang tinggi, sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang dari biasanya.
Namun, antusiasme warga Sorendiweri tidak surut sedikit pun. Sejak siang hari, masyarakat telah memenuhi pesisir pantai, sebagian duduk berkelompok sambil menunggu, sebagian lain mempersiapkan lokasi acara, dan anak-anak kecil berlarian di bibir pantai.
Beberapa tokoh adat dan pemuda Sorendiweri bahkan menyampaikan bahwa mereka siap menunggu “sampai malam sekalipun”, karena kedatangan BTM dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat Supiori yang selama ini merasa kurang diperhatikan.
Tiba Menjelang Senja, Disambut Meriah
BTM akhirnya tiba menjelang malam. Begitu kapal cepat menyentuh dermaga kecil Sorendiweri, warga langsung menyambut dengan sorak, teriakan dukungan, dan nyanyian yospan.
Meskipun waktu kampanye sangat terbatas karena molornya kedatangan, BTM tetap meluangkan waktu untuk berjalan menyapa warga satu per satu, menyalami para mama-mama, berbicara dengan kaum muda, dan mendengarkan beberapa aspirasi singkat yang dihaturkan masyarakat.
Di hadapan warga yang memadati pesisir pantai, BTM membuka pertemuan dengan kalimat yang membuat banyak orang terharu:
“Saya datang bukan bawa uang atau janji kosong, tapi hati dan kasih sayang.”
Seruan itu disambut sorakan dukungan dari warga yang telah menunggu hampir setengah hari.
Sorendiweri dan Harapan Baru di Tengah Kekecewaan Politik
Dalam pidatonya, BTM turut menyinggung perjalanan politik yang ia lalui dalam Pilkada sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa pengalaman pahit pada Pilkada 2024—terutama dugaan kecurangan berupa penggelembungan 9.000 suara di Jayapura Selatan yang berujung Pemungutan Suara Ulang (PSU)—tidak membuatnya patah semangat.
Dengan suara tegas dan penuh keyakinan, BTM berkata:
“Dengan nama Tuhan, kemenangan akan kembali ke tangan rakyat.”
Kalimat itu sontak memantik semangat massa. Banyak warga meneriakkan dukungan, tanda bahwa mereka memaknai kehadiran BTM bukan sekadar kampanye, tetapi bagian dari perjuangan panjang untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan Papua.
Komitmen BTM: Hadir, Mendengar, dan Tidak Menyerah
Meski tidak memaparkan program panjang lebar karena keterbatasan waktu, BTM menegaskan bahwa kepemimpinan baginya bukan soal kekuasaan, melainkan soal pelayanan. Ia mengatakan bahwa seorang pemimpin harus bersedia menempuh jalan yang sulit, termasuk menyeberangi laut bergelombang, jika itu diperlukan untuk mendengar suara rakyat.
Warga Sorendiweri menilai keberanian dan ketulusan itu sebagai nilai lebih dari seorang calon gubernur. Bagi mereka, kedatangan BTM di tengah cuaca buruk adalah simbol komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir, yang kerap merasa terpinggirkan dibanding wilayah di pusat pemerintahan.
Aspirasi Warga: Infrastruktur, Nelayan, dan Peluang Generasi Muda
Dalam dialog singkat, sejumlah warga menyampaikan aspirasi seputar:
-
kebutuhan penerangan jalan dan listrik yang stabil,
-
fasilitas untuk nelayan seperti cold storage, tempat jual ikan, dan bantuan alat tangkap,
-
serta dukungan pendidikan bagi anak muda Supiori.
Warga berharap kehadiran BTM bukan kunjungan terakhir, melainkan awal dari hubungan komunikasi yang berkelanjutan.
Senja Menutup Hari, Harapan Baru Dibuka
Pertemuan itu akhirnya berakhir ketika malam mulai turun dan angin laut semakin dingin. Namun, suasana harapan justru semakin terasa. Warga Sorendiweri melepas BTM dengan sorak-sorai yang sama hangatnya seperti sambutan ketika ia datang.
Kehadiran BTM di Sorendiweri bukan hanya sebuah acara kampanye, tetapi menjadi momentum emosional yang mempertemukan pemimpin dan rakyatnya dalam suasana penuh ketulusan, keberanian, dan harapan akan perubahan.












