, ,

Ramadan di Papua, Permintaan Uang Baru Meningkat 51 Persen

by -232 Views
by
banner 468x60

News Sorendiweri – Memasuki bulan suci Ramadan, permintaan penukaran uang baru di wilayah Papua mengalami lonjakan signifikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mencatat peningkatan kebutuhan uang layak edar, khususnya pecahan kecil, hingga 51 persen dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini dipicu meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari tradisi berbagi uang kepada anak-anak saat Lebaran, pembayaran zakat, hingga transaksi di pasar Ramadan yang marak digelar di berbagai daerah.

banner 336x280

Tradisi Berbagi dan Kebutuhan Transaksi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua menyampaikan bahwa Ramadan selalu menjadi momentum meningkatnya permintaan uang tunai, terutama pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000. Tradisi berbagi “angpao” Lebaran serta kebutuhan pembayaran dalam nominal kecil mendorong masyarakat menukar uang dalam jumlah besar.

“Peningkatan tahun ini mencapai 51 persen dibandingkan Ramadan sebelumnya. Kami sudah menyiapkan kebutuhan uang tunai sesuai proyeksi agar masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Selain faktor tradisi, meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar takjil dan pusat perbelanjaan turut berkontribusi terhadap tingginya perputaran uang tunai di Papua selama Ramadan.

Uang Baru
Uang Baru

Baca juga: Ops Damai Cartenz Hadirkan Sentuhan Humanis di Papua

BI Siapkan Layanan Penukaran

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang di sejumlah titik strategis, termasuk kantor bank dan lokasi kas keliling.

Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan resmi penukaran uang guna menghindari praktik percaloan. Selain itu, warga juga didorong untuk memanfaatkan transaksi non-tunai sebagai alternatif pembayaran yang lebih praktis dan aman.

Distribusi Hingga Wilayah Terpencil

Sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang cukup kompleks, distribusi uang layak edar di Provinsi Papua memerlukan perencanaan matang. BI memastikan pasokan uang baru tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah terpencil dan wilayah pegunungan.

“Distribusi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” jelas perwakilan BI.

Dengan meningkatnya permintaan uang baru hingga 51 persen, Ramadan di Papua tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat. Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang tunai tetap aman hingga perayaan Idulfitri mendatang.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.