News Sorendiweri – Perjalanan Timnas Indonesia U17 di Piala Dunia U17 2025 resmi berakhir. Skuad muda asuhan pelatih Nova Arianto harus menghentikan langkah di fase grup, setelah bersaing sengit dengan tiga lawan tangguh: Zambia, Brasil, dan Honduras.
Meski gagal lolos ke babak selanjutnya, Garuda Muda tetap mencatatkan torehan bersejarah—memenangi pertandingan perdana Indonesia di pentas Piala Dunia kelompok usia U17.

Proses Panjang Menuju Piala Dunia
Timnas U17 menempuh perjalanan panjang dan tidak mudah sebelum akhirnya tampil di turnamen bergengsi tersebut. Persiapan dimulai sejak partisipasi pada Piala AFF U16 2024, berlanjut ke kualifikasi Piala Asia U17 2025, hingga akhirnya tampil di Piala Asia U17 2025 yang juga menjadi jalur kualifikasi menuju Piala Dunia U17.
Pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa pencapaian lolos ke Piala Dunia saja sudah menjadi bukti perkembangan signifikan sepak bola usia muda Indonesia.
“Anak-anak sudah bekerja sangat keras sejak satu tahun terakhir. Kami belajar dari setiap laga dan terus tumbuh untuk mencapai level dunia,” ujar Nova.
Baca Juga : Hasil lengkap pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa
Awal Sulit dan Kekalahan Menyakitkan
Di laga pembuka fase grup, Indonesia harus mengakui keunggulan Zambia dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo cepat dan fisik tinggi. Garuda Muda tampil penuh determinasi namun belum mampu meredam agresivitas lawan.
Pertandingan kedua menghadapi Brasil menjadi ujian berat selanjutnya. Meski sempat memberikan perlawanan ketat di babak pertama, Timnas U17 akhirnya tumbang dari salah satu tim terbaik dunia dalam sepak bola usia muda.
Nova menyebut dua pertandingan itu sebagai pembelajaran besar.
“Kami menghadapi tim dengan level dunia. Hasilnya memang tidak memihak kami, tetapi pengalaman itu sangat berharga,” katanya.
Bangkit dan Ukir Sejarah
Harapan kebangkitan akhirnya datang saat melawan Honduras. Bermain dengan keberanian tinggi, disiplin, dan semangat yang tidak pernah padam, Timnas U17 meraih kemenangan bersejarah—kemenangan pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia U17.
Gol dan determinasi para pemain disambut haru oleh staf pelatih. Nova menyebut momen itu sebagai titik terang masa depan sepak bola muda Indonesia.
“Ini sejarah. Kemenangan ini milik para pemain dan seluruh rakyat Indonesia yang mendukung kami,” ungkapnya.
Warisan untuk Masa Depan
Meski perjalanan berhenti di fase grup, pencapaian dan perkembangan Timnas U17 2025 menjadi modal berharga. Pengalaman menghadapi tim-tim elite dunia diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda sepak bola Indonesia.
“Tugas kami belum selesai. Ini baru awal dari mimpi yang lebih besar,” tutup Nova.












