News Sorendiweri — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir optimistis industri olahraga di Tanah Air akan menjadi salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, sektor olahraga memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.

Hal tersebut disampaikan Erick dalam sebuah forum diskusi ekonomi dan olahraga di Jakarta, Sabtu (6/12/2025). Ia menilai bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada belanja pemerintah, sementara sektor non-belanja, termasuk industri olahraga, belum digarap secara maksimal.
“Selama ini target pertumbuhan ekonomi kita masih bertumpu pada belanja pemerintah. Ke depan, saya melihat industri olahraga bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujar Erick.
Baca Juga : Gonjang-ganjing PBNU: Sekjen jelaskan kenapa rapat syuriah dinyatakan tidak sah
Industri Olahraga Punya Rantai Ekonomi Panjang
Erick menjelaskan bahwa industri olahraga tidak hanya sebatas pertandingan atau kompetisi, tetapi juga mencakup berbagai rantai ekonomi seperti sport tourism, industri peralatan olahraga, manajemen event, hak siar, hingga ekonomi kreatif dan UMKM.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional selalu menciptakan perputaran uang yang besar, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perdagangan.
“Satu event olahraga saja bisa menggerakkan banyak sektor sekaligus. Bayangkan jika ini dikelola secara sistematis dan berkelanjutan,” katanya.
Sinergi Lintas Kementerian Jadi Kunci
Menpora menekankan pentingnya sinergi antar-kementerian dan lembaga untuk memperkuat peran industri olahraga sebagai penggerak ekonomi. Kolaborasi antara Kemenpora, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Investasi, serta pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama.
Ia juga mendorong agar pembangunan fasilitas olahraga ke depan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada kebermanfaatan ekonomi jangka panjang.
“Venue olahraga harus bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, tidak hanya pertandingan, tetapi juga konser, pameran, dan aktivitas ekonomi lainnya,” jelasnya.
Peluang Besar dari Sport Tourism
Erick menyebut sport tourism sebagai salah satu sektor unggulan yang sangat potensial dikembangkan. Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional, baik di darat, laut, maupun udara.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga kelas dunia di daerah juga mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dorong Peran Swasta dan UMKM
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mendorong keterlibatan sektor swasta dan pelaku UMKM dalam ekosistem industri olahraga. Mulai dari penyediaan merchandise, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
“Industri olahraga harus inklusif. UMKM harus masuk dalam rantai nilai industri ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berbagai potensi tersebut, Erick Thohir optimistis industri olahraga ke depan tidak hanya menjadi kebanggaan dari sisi prestasi, tetapi juga mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.












