News Sorendiweri— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya inovasi di level pemerintah daerah sebagai kunci untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif dan efisien. Hal ini disampaikan dalam keterangan pers yang dirilis pada Sabtu (22/11/2025), menyikapi dinamika tata kelola pemerintahan yang terus berkembang.

Menurut Mendagri, Indonesia dengan sistem semi-desentralisasi memberikan ruang luas bagi kepala daerah untuk mengembangkan kebijakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Hal tersebut, kata Tito, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan.
“Di sinilah letak kebersamaan antara pusat dan daerah untuk bisa mewujudkan perubahan. Pemerintahan yang efektif dan efisien merupakan salah satu syarat bagi sebuah negara untuk tetap bertahan dalam waktu lama,” ujar Tito.
Pusat dan Daerah Harus Bergerak Sinergis
Tito menjelaskan bahwa efektivitas pemerintahan tidak dapat dicapai hanya melalui instruksi pusat, tetapi membutuhkan sinergi kuat dengan tingkat daerah. Ia menekankan bahwa pemerintah pusat terus memberikan dukungan regulasi, supervisi, dan kebijakan makro untuk membantu daerah menemukan model inovasi yang sesuai.
“Kami membuka ruang selebar mungkin bagi daerah untuk berkreasi. Setiap kepala daerah memiliki otonomi untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lokalnya. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan komitmen untuk berinovasi,” tambahnya.
Ia menyebut sejumlah daerah telah menerapkan inovasi yang terbukti mempercepat layanan publik, seperti digitalisasi administrasi, integrasi perizinan melalui sistem OSS, serta program-program berbasis data untuk memperkuat pengambilan keputusan.
Baca Juga : Bahas Nataru 2025-2026, Mendagri Soroti Transportasi hingga Inflasi
Dorong Reformasi Birokrasi di Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi di tingkat daerah agar lebih gesit merespons perubahan. Ia menekankan bahwa birokrasi yang lambat dan tidak adaptif menjadi hambatan terbesar dalam mengimplementasikan kebijakan strategis, terutama pada sektor layanan publik, investasi, dan penanganan sosial.
Tito mendorong agar setiap pemerintah daerah melakukan evaluasi internal, memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN), dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan transparansi.
“Negara yang ingin maju harus memastikan pemerintahannya bekerja efektif. Kita harus bergerak cepat, karena tantangan berkembang setiap hari,” ujarnya.
Harapan untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Menutup pernyataan, Mendagri berharap kepala daerah dapat terus menghadirkan terobosan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat siap mendukung inovasi yang berorientasi pada perbaikan layanan publik dan percepatan pembangunan.
Dengan dorongan ini, pemerintah berharap kolaborasi antara pusat dan daerah semakin solid dalam mewujudkan pemerintahan modern yang responsif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era yang semakin kompetitif.
.












