Sorendiweri – Kisah Ronal Selamat dari Galodo Agam, Terseret 100 Meter Lalu Pegang Batang Kapas. Ronal, warga Salareh Aia Timur berhasil selamat dari banjir bandang pasca terseret hingga 100 meter.
Banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Salareh Aia Timur, Nagari Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) lalu. Akibat bencana tersebut, ratusan korban meninggal dunia, puluhan lainnya masih hilang dan kerusakan rumah serta fasilitas lainnya. Namun banyak warga yang berhasil selamat dari amukan banjir bandang pada penghujung November 2025 lalu, salah satunya Ronal. Ditemui Tribunpadang.com di posko pengungsian SD Negeri 05 Salareh Aia Timur, Ronal kembali mengungkap kisahnya yang berhasil selamat dari amukan galodo.
Pada Rabu (17/12/2025) sekira pukul 17: 56 WIB, Ronal kembali mengingat kejadian itu secara perlahan. Bermula ketika ia bersama anak dan istrinya berada di dalam rumah, lalu mendengar dentuman keras dari aliran banjir bandang di Salareh Aia Timur. Warga bersorak mengenai datangnya galodo atau banjir bandang. Lantas sang istri dan dirinya langsung panik. Sang istri langsung memanggil Ronal yang saat itu berada di ruangan dapur rumahnya. Mendengar panggilan itu, Ronal bergegas keluar rumah namun tak melihat anak dan istrinya.
Baca Juga : Beraksi Belasan Kali di Tiga Wilayah Sumbar, Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Polres Payakumbuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BANJIR-BANDANG-PALEMBAYAN-Wargaslareh-Aia-s122025.jpg)
Merasa panik dan tak tahu arah yang dituju saat galodo datang, Ronal berlarian ke arah sawah yang tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba ia teseret hingga sejauh 100 meter dari posisi awal berdiri. Badan pun dipenuhi lumpur hingga setinggi dada Ronal. “Ketika itu galodonya sangat tinggi, saya perkirakan hampir dua meter. Saya ikut terseret dari pinggiran galodo hingga 100 meter an,” ucapnya sembari dibenarkan sang istri di sampingnya. Saat terseret dan berhenti, Ronal tersadar ternyata masih diberikan kesempatan untuk hidup.
Ia lalu membuka mata, melihat sekeliling, dan hanya menemukan kehampaan. Ronal mengaku hanya melihat batang kapas dan hamparan sawah usai terseret sejauh 100 meter an. Beruntungnya, batang kapas itu tumbuh tak jauh dari posisinya terseret dan terbenam dari lumpur banjir bandang. Ronal berusaha menggapai, merangkak perlahan dan berhasil terbebas dari bencana yang menimpa. “Saya saat terseret galodo, sadarnya pas berhenti saja, ternyata masih hidup. Dilihat sekeliling hanya menemukan sawah dan batang kapas, lalu meraihnya agar terbebas dari lumpur,” pungkas Ronal dengan wajah sayu.
Usai terbebas, Ronal terpikirkan nasib anak dan istrinya. Ia memutari sekitar beberapa saat lalu meminta pertolongan. Bahkan, Ronal memasuki rumah warga yang setengah hancur diterjang galodo untuk mencari anak dan istri. Hingga badan pun melemah, dan harus berteriak meminta tolong kepada siapapun yang datang dan melihat posisinya. Beruntung, nasib baik kembali datang. Warga saat itu memang sedang melakukan penyisirihan dan berhasil menemukan Ronal.
Ia dibawa ke tenda pengungsian, sekira menghabiskan waktu satu jam saat dirinya berhasil ditemukan. Namun, pikirannya masih terbelengu akan nasib anak dan istri. Bahkan setibanya di posko pengungsian Ronal selalu bertanya mengenai dua orang yang ia cintai itu. “Saya teriak minta tolong, beruntung ada warga yang menyelamatkan, kondisinya sudah malam, sekira pukul 23:00 WIB. Mereka membawa saya ke pos pengungsian, namun saya terus memikirkan nasib anak dan istri,” ucap pria berumur 41 tahun itu. Kurang lebih, ia bertanya ke setiap warga yang baru datang ke pengungsian, kurang lebih sebanyak empat orang.
Hati Ronal merasa tak tenang, jika kabar anak dan sang istri belum ia terima secara langsung. Hingga Jumat (28/11/2025) pukul 00:30 WIB malam, kabar gembira ia terima, anak dan istrinya berhasil selamat. Informasi itu diberikan warga yang datang ke posko. Hati Ronal pun kembali lapang. “Alhamdulillahnya, saya dapat info kalau istri berhasil selamat, sampai pukul setengah satu pagi saya terima, barulah hati saya lega,” terangnya.












