News Sorendiweri – Insiden mencekam terjadi di Sungai Tami, Kota Jayapura, ketika seorang warga yang tengah memancing diterkam seekor buaya. Peristiwa ini mengundang kepanikan warga sekitar dan kembali mengingatkan akan bahaya satwa liar di kawasan perairan yang masih menjadi habitat alami buaya.
Kejadian tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setempat dan memicu respons cepat dari aparat serta pihak terkait.
Kronologi Kejadian di Tepi Sungai
Menurut keterangan saksi, korban sedang memancing di tepi Sungai Tami pada saat air sungai dalam kondisi relatif tenang. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari permukaan air dan langsung menyerang korban.
Serangan terjadi begitu cepat sehingga korban tidak sempat menghindar. Teriakan minta tolong korban membuat warga sekitar berhamburan mendekat ke lokasi kejadian.
Warga Berupaya Memberi Pertolongan
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat berusaha memberikan pertolongan dengan alat seadanya. Namun, buaya yang menyerang dikenal agresif dan membuat proses penyelamatan menjadi sangat berbahaya.
Sebagian warga memilih menjaga jarak sambil terus memantau kondisi korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan dan pihak berwenang.

Baca juga: Wali Kota Jayapura: SPT Tahunan Wajib Dicatat dan Dilaporkan
Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari kepolisian, tim SAR, dan aparat setempat segera menuju lokasi. Upaya evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat potensi serangan lanjutan dari buaya.
Korban kemudian berhasil dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi korban dilaporkan mengalami luka serius akibat gigitan.
Sungai Tami Habitat Alami Buaya
Sungai Tami diketahui merupakan salah satu habitat alami buaya di wilayah Jayapura. Dalam beberapa tahun terakhir, warga setempat kerap melaporkan kemunculan buaya, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti pagi dan sore hari.
Aktivitas masyarakat di sekitar sungai, seperti memancing, mandi, dan mencuci, dinilai meningkatkan risiko interaksi berbahaya antara manusia dan satwa liar.
Peringatan bagi Warga Sekitar
Pasca kejadian tersebut, aparat dan pemerintah setempat kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Warga diimbau menghindari memancing atau beraktivitas terlalu dekat dengan tepi sungai yang rawan kemunculan buaya.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan jika melihat buaya agar dapat ditangani oleh pihak berwenang.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Pemerintah daerah bersama instansi terkait berencana melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti kejadian ini. Langkah-langkah yang dipertimbangkan antara lain pemasangan papan peringatan, patroli rutin, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya buaya dan cara menghindari serangan.
Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.
Trauma dan Kekhawatiran Warga
Insiden tersebut menimbulkan trauma dan kekhawatiran di kalangan warga yang bermukim di sekitar Sungai Tami. Sebagian warga mengaku kini lebih waspada dan membatasi aktivitas di sekitar sungai demi keselamatan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk memberikan rasa aman, tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem satwa liar.
Pentingnya Kesadaran Hidup Berdampingan dengan Alam
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran hidup berdampingan dengan alam, khususnya di wilayah yang masih memiliki habitat satwa liar. Edukasi dan kewaspadaan dinilai menjadi kunci untuk mencegah konflik antara manusia dan hewan buas.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih peduli terhadap keselamatan bersama serta kelestarian lingkungan di sekitar Sungai Tami.












