News Sorendiweri– Kepanikan melanda warga Kampung Sanggaria, Arso 1, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua. Dua unit rumah toko (ruko) dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa memilukan ini berawal ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal keluar dari salah satu ruko milik Haji Tekad (63), yang diketahui menjalankan usaha toko bangunan. Dalam hitungan menit, api yang berasal dari bagian belakang bangunan itu dengan cepat membesar dan merembet ke ruko di sebelahnya milik Eko (65), yang juga berprofesi sebagai wiraswasta.
Api Cepat Menjalar Karena Bangunan dari Kayu
Sebagian besar konstruksi bangunan di kawasan tersebut masih berbahan kayu, membuat api dengan mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Suara ledakan kecil sempat terdengar dari dalam ruko yang terbakar, diduga berasal dari bahan kimia atau tabung gas yang tersimpan di dalam toko bangunan tersebut.
“Api tiba-tiba membesar, kami semua panik. Warga langsung berlarian membawa ember, jeriken, apa saja yang bisa dipakai untuk menyiram api,” ujar Roni (37), salah satu warga yang ikut membantu pemadaman.
Warga dan Polisi Bahu-Membahu Padamkan Api
Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar dengan dibantu personel Polres Keerom. Dua unit mobil pikap bertandon air dan satu truk tangki dikerahkan ke lokasi. Meski peralatan seadanya, semangat gotong royong warga tidak surut. Mereka berupaya mencegah api agar tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sisi kanan dan kiri ruko.
“Begitu menerima laporan, personel Polres Keerom langsung kami turunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan area sekitar agar api tidak menjalar ke bangunan lain,” kata Kapolres Keerom, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, dikutip dari laman resmi Polda Papua.

Baca Juga: Kemenag Salurkan Rp600 Juta untuk Bangun Ruang Kelas Baru SMPTKN Teluk Wondama
Api baru berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian setelah petugas bersama warga terus berupaya menyiram sisa-sisa bara yang masih menyala di bagian belakang bangunan.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Unit Reskrim dan Inafis Polres Keerom telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan sementara, api berasal dari salah satu ruko yang digunakan untuk usaha toko bangunan. Namun kepastian penyebabnya masih akan kami dalami setelah pemeriksaan lanjutan,” jelas AKBP Astoto.
Petugas kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik serta menyimpan bahan-bahan mudah terbakar di tempat usaha. “Kami minta warga tetap waspada, terutama bagi pemilik toko atau kios yang menjual bahan bangunan, gas, dan cat. Pastikan semua instalasi listrik aman dan tidak ada sumber api terbuka di sekitar area penyimpanan,” tambahnya.












