News Sorendiweri — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Supiori terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata melalui pendampingan terhadap 19 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah terbentuk di berbagai kampung di wilayah tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal berbasis masyarakat.

Kepala Disbudpar Supiori, Rafles Ngilamele, mengatakan pembentukan dan pendampingan Pokdarwis dilakukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan promosi destinasi wisata.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan pariwisata daerah.
“Tahun ini sudah ada 19 Pokdarwis aktif di Supiori. Kami memberikan pendampingan langsung agar mereka bisa mandiri dalam mengelola potensi wisata di wilayahnya,” ujar Rafles di Biak, Kamis (6/11/2025).
Fokus pada Peningkatan Kapasitas dan Promosi Digital
Disbudpar Supiori telah menggelar sejumlah pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota Pokdarwis, mulai dari manajemen destinasi, pelayanan wisata, hingga pemasaran digital.
“Kami juga melatih mereka membuat konten digital untuk promosi wisata di media sosial. Dengan begitu, daya tarik wisata Supiori bisa lebih dikenal luas, terutama oleh wisatawan muda dan wisatawan mancanegara,” jelas Rafles.
Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Disbudpar dalam mendukung visi pemerintah daerah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat.
Baca Juga : BupatI Supiori: Kami Komitmen Gratiskan Biaya Pendidikan
Dorong Kolaborasi dan Inovasi Desa Wisata
Selain itu, Disbudpar mendorong Pokdarwis agar aktif berkolaborasi dengan pemerintah kampung dan pelaku usaha lokal.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan inovasi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan wisata bahari, budaya, dan kuliner khas Supiori.
“Kami ingin setiap kampung wisata punya karakter dan daya tarik yang unik. Dengan sinergi, kita bisa menjadikan Supiori sebagai destinasi unggulan di wilayah Papua,” tambahnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Disbudpar berharap tercipta kemandirian Pokdarwis dalam mengelola wisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.












