SORENDIWERI– Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah melaksanakan evaluasi terhadap Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap program kerja selaras dengan visi besar percepatan pembangunan di wilayah otonomi baru tersebut. Selain itu, kepala badan menekankan pentingnya sinkronisasi data lapangan agar target capaian tahunan dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara tepat. Tim perencana kini fokus pada peninjauan ulang indikator kinerja utama guna mengoptimalkan serapan anggaran di seluruh instansi.
Pihak otoritas menilai bahwa efektivitas pembangunan sangat bergantung pada landasan perencanaan yang matang dan terukur. Oleh karena itu, Bapperida meminta setiap kepala dinas untuk segera memperbaiki sasaran program yang masih tumpang tindih dengan urusan sektoral lainnya. Hal ini sangat penting guna menghindari pemborosan sumber daya serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Papua Tengah. Kehadiran forum evaluasi ini membawa semangat baru bagi para perencana daerah dalam menyusun strategi pemulihan ekonomi lokal.
Mengoptimalkan Inovasi Daerah dan Penurunan Angka Kemiskinan
Kepala Bapperida menegaskan bahwa pemanfaatan riset harus menjadi basis utama dalam pengambilan keputusan strategis oleh pimpinan daerah. Sebab, tantangan geografis serta dinamika sosial di Papua Tengah menuntut adanya solusi inovatif yang tidak sekadar meniru program dari wilayah lain. Kondisi ini tentu menuntut adanya koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi dan kementerian pusat dalam penyediaan infrastruktur dasar. Terutama, penurunan angka kemiskinan ekstrem serta penanganan stunting akan menjadi prioritas utama dalam revisi dokumen perencanaan tersebut.
Pihak bappeda juga berkomitmen untuk terus meningkatkan integrasi sistem informasi perencanaan daerah melalui platform digital yang lebih modern. Selanjutnya, tim ahli akan melakukan pendampingan teknis kepada seluruh staf penyusun rencana guna menyeragamkan standar kualitas dokumen di tingkat kabupaten. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas daerah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan penduduk asli Papua. Sinergi yang kuat antara sektor riset dan perencanaan menjadi modal utama dalam mewujudkan Papua Tengah yang mandiri di tahun 2026.
Baca Juga:Wamena United Juara Liga 4 PSSI Papua Pegunungan, Tiket Terusan Ikut Piala Presiden
Harapan untuk Masa Depan Pembangunan Papua Tengah
Oleh sebab itu, Bapperida mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut serta memberikan masukan konstruktif dalam penyempurnaan Renstra ini. Sinergi yang harmonis antara tokoh masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan keberlanjutan program pembangunan di masa transisi. Maka dari itu, semangat kolaborasi harus tetap terjaga guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang mungkin memengaruhi stabilitas daerah. Masyarakat juga berharap agar hasil evaluasi ini mampu mempercepat realisasi pembangunan sekolah dan rumah sakit di wilayah pedalaman.
Sebagai penutup, evaluasi Renstra oleh Bapperida Papua Tengah ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menata birokrasi yang efisien. Setelah itu, tim perumus akan segera merangkum seluruh rekomendasi hasil rapat guna mendapatkan pengesahan dari penjabat gubernur secepat mungkin. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat arah pembangunan di Provinsi Papua Tengah semakin jelas dan memberikan harapan baru bagi masa depan generasi muda. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam memajukan kualitas hidup masyarakat di tanah Papua pada tahun 2026 ini.










