News Sorendiweri– Suasana duka menyelimuti jajaran TNI setelah seorang prajurit dari Satgas Yonif 410/Alugoro, Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman, gugur akibat serangan brutal yang dilakukan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIT di Kampung Moyeba, saat personel Satgas tengah melaksanakan kegiatan anjangsana dan komunikasi sosial dengan warga setempat. Tanpa diduga, kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss, melakukan serangan mendadak menggunakan senjata api dari arah perbukitan sekitar kampung.
Akibat serangan tersebut, Praka Amin Nurohman mengalami luka tembak serius dan akhirnya gugur di tempat. Sementara itu, satu pucuk senjata milik almarhum juga berhasil dirampas oleh kelompok penyerang.
Kronologi Singkat Penyerangan
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Infanteri J. Daniel P. Manalu, menjelaskan bahwa penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat personel Satgas sedang berinteraksi dengan masyarakat.
“Benar telah terjadi penyerangan oleh kelompok TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss. Satu prajurit gugur dan satu pucuk senjata juga dirampas,” ujar Kapendam di Manokwari.
Ia menegaskan, Kodam XVIII/Kasuari tidak akan tinggal diam menghadapi aksi biadab tersebut.
“Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen untuk mengejar dan menangkap para pelaku penembakan itu. Ini adalah tindakan kriminal bersenjata yang tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Pasca insiden, pihak TNI segera melakukan langkah pengamanan lanjutan di lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan Polri dan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi di Distrik Moskona Utara tetap aman dan kondusif.

Baca Juga: Gubernur Fakhiri Bangga Papua Masuk Nominasi TPAKD Award 2025
Evakuasi jenazah Praka Amin Nurohman pun dilakukan secara hati-hati mengingat situasi medan yang sulit dan potensi ancaman lanjutan dari kelompok bersenjata. Jenazah rencananya akan diterbangkan menuju kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, untuk dimakamkan secara militer dengan penghormatan penuh atas jasa dan pengabdiannya.
Duka dan Doa dari Rekan Seperjuangan
Kabar gugurnya Praka Amin meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya di Satgas Yonif 410/Alugoro. Sejumlah prajurit yang mengenal dekat almarhum mengenangnya sebagai sosok disiplin, ramah, dan memiliki semangat pengabdian tinggi.
“Beliau adalah prajurit yang selalu menjadi contoh bagi rekan-rekan lainnya. Gugurnya Praka Amin adalah kehilangan besar bagi satuan kami,” ujar salah satu rekannya yang enggan disebutkan namanya.
Latar Belakang Konflik di Wilayah Papua Barat
Insiden ini menambah panjang daftar serangan yang dilakukan kelompok TPNPB/OPM di wilayah Papua dan Papua Barat. TNI menegaskan, kejadian ini tidak akan menyurutkan semangat prajurit dalam menjalankan tugas menjaga keutuhan NKRI. Pemerintah pusat juga disebut terus berkomitmen menghadirkan pendekatan keamanan yang tegas namun tetap berimbang dengan pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.












